Prinsip Sukses Orang Tionghoa

Prinsip Sukses Orang Tionghoa

Nama-nama seperti Mari Pangestu, Bob Sadino, Agnes Monica, Richard Oh, Angelique Widjaja, dan Olga Lydia, pasti tak asing lagi di telinga. Mereka hanya contoh kecil tokoh Indonesia keturunan Tionghoa yang mengukir prestasi cemerlang di bidang masing-masing. Mereka sekaligus membuktikan, warga keturunan ini tak hanya bisa sukses sebagai pedagang. Berikut ini 4 prinsip yang dipegang teguh orang Tionghoa dalam mengejar kesuksesan hidup. Kumpulan etos kerja yang hebat dan pantas ditiru.

Bekerja dan Bekerja
Bekerja dan menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan diri kita. Orang Tionghoa memegang hal ini sebagai pedoman hidup. “Ibaratnya, apabila tidak bekerja ataupun tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain, apa gunanya kita hidup?” ujar Sidharta, setengah berfilsafat. 

Berpikir Untuk 3 Keturunan
Memang, sih, kadangkala hemat itu beda-beda tipis dengan pelit. Tetapi, alasan orang Tionghoa untuk berhemat adalah agar tidak menyusahkan orang lain. Apabila tidak bisa menghasilkan uang banyak, ia tidak mau menghabiskan harta dalam jumlah besar agar orang lain tidak perlu sampai terbebani oleh utangnya. Kebiasaan berhemat pun dimanfaatkan guna memupuk modal untuk mengembangkan usaha. 

Tak Pernah Menyerah
Di Jepang dan Cina, ikan mas adalah lambang kekayaan dan kesejahteraan,“ ujar Sidharta. Di sungai, mereka berenang menentang arus dari hilir ke hulu, untuk menangkap makanan. Walau sesekali sempat terbawa arus, mereka berenang kembali menuju arah semula. Untuk menangkal kuatnya arus, ikan mas berenang menepi. “Pelajaran yang bisa ditarik adalah setiap orang harus mau berusaha untuk mencapai sesuatu. Kalau menemukan masalah, jangan lekas menyerah dan berusahalah mencari solusinya. Kemudian, maju lagi menuju tujuan semula,“ saran Sidharta.

Menguasai Bisnis Dari Hulu ke Hilir
Meski cara yang biasa ditempuh pengusaha Tionghoa ini secara ilmu ekonomi bisa berbahaya karena rawan terjadi praktik monopoli, Anda bisa mengambil sisi positifnya. Misalnya, sebagai pegawai, Anda juga bisa menerapkan tip ini dengan cara mengenal dan (kalau bisa) menguasai seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan posisi Anda di kantor.

No Comments

Post A Comment